Example
Ekonomi dan Bisnis

Jalur Altenatif Kutai Barat-Samarinda Via MMB Bawa Berkah Bagi Pedagang

1153
×

Jalur Altenatif Kutai Barat-Samarinda Via MMB Bawa Berkah Bagi Pedagang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KUTAI BARAT, KALTIM- Bagi masyarakat Kabupaten Kutai Barat Propinsi Kalimantan Timur bisa bernafas lega pasalnya Jalur alternatif untuk menempuh perjalanan dari Kabupaten Kutai Barat menuju Samarinda kini telah bisa ditempuh melalui Kecamatan Mook Manar Bulatn (MMB).

Tepatnya, Perjalanan dimulai dari penyeberangan feri pelabuhan Melak terus menuju Kampung Abit, kemudian lanjut lagi ke kilometer 8 PT Fajar Sakti Prima (FSP) Bayan Group.

Setelahnya terus mengikuti jalur khusus hingga menyeberang di portal kilometer 40.

Adapun jalur ini memang sengaja dibangun oleh PT FSP untuk dilintasi masyarakat umum.

Usai melintasi jalan khusus itu, terus mengikuti rute jalan perusahaan HTI PT Akasia Andalan Utama (AAU) yang masuk ke wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara lalu terus melintasi jembatan Martadipura di Kota Bangun.

Akses alternatif yang sudah ada sekitar kurang lebih dua tahun ini ternyata membuka pintu rejeki bagi masyarakat sekitar yang dilintasi pengguna jalan dari Kutai Barat menuju Samarinda.

Saat ditemui media online koran siber.id, Nur seorang pedagang ikan asap warga Desa Teluk Muda Ilir RT 06 Kecamatan Kenohan Kabupaten Kutai Kertanegara mengaku senang saat jalur dari Kutai Barat menuju Samarinda lewat MMB bisa dibuka. Karena pelintas bertambah banyak mampir untuk membeli berbagai jenis olahan ikan dagangannya.

“Sangat senang sekali mas, dulu dagangan saya agak sepi. Sekarang sudah mulai ramai hingga omset penjualan naik 50- 70 persen karena pelintas mampir untuk belanja ikan,” ujarnya, Rabu (14/8/2024)

Nur berharap jalur alternatif dari Kutai Barat menuju Samarinda lewat MMB ini terus dibuka untuk selamanya, karena bisa mengangkat ekonomi keluarga.

“Harapannya jalur alternatif ini terus bisa dilewati mas, karena pengguna jalan bisa melintas lalu belanja kebutuhan di wilayah ini yang bisa mengangkat ekonomi masyarakat sekitar,” harapnya.

Sementara itu Yusril salah satu warga Simpang Tanjung Durung Desa Liang Jalan poros Kota Bangun juga ikut kecipratan berkah.

Pemilik warung masakan Padang ini mengaku semakin banyak orang pelintas yang mampir untuk istirahat makan minum, sehingga omset penjualannya pun ikut naik hingga 30 persen.

“Dulu sebelum jalur alternatif ini dibuka warung makan agak sepi karena sedikit pengunjung yang mampir makan minum. Namun sekarang mulai ramai bahkan bisa sampai jam 9 malam masih ada orang yang singgah makan,” kata pria asal Minang yang membuka warung sejak 8 tahun silam.

Yani Suryanti salah satu warga Kampung Belempung Ulaq Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat yang berkesempatan melintasi jalur ini kepada koransiber.id mengatakan jalur Kubar-Kota Bangun ini bisa ditempuh lebih dekat jika dibandingkan dengan jalur poros nasional Trans Kaltim.

“Lebih dekat dan nyaman lewat jalur MMB. Konsumsi BBM juga lebih irit yang bisa menghemat isi dompet, Isi minyak tangki penuh masih ada sisa di Samarinda, Lewat jalur ini dari Kubar menuju Kota Bangun bisa ditempuh sekitar kurang lebih 4 jam,” ungkapnya.

(Red)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *