MAHULU, KALTIM – Selama 10 tahun berdiri Kabupaten Mahakam Ulu terus berbenah dalam melakukan penataan dan pengembangan wilayah kabupaten.
Melalui Dinas PUPR Bidang Tata Ruang, diselenggarakan kegiatan Paparan Antara dengan menyasar 4 (empat) poin penting.
Yaitu rencana penataan ruang kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) pusat pemerintahan, penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) kawasan permukiman jalan RS. Pratama, penyusunan tata ruang berbasis mitigasi bencana, dan penyusunan tata ruang objek wisata berupa Mapping Tourism Geopark & Conservation.
Sebelum pemaparan laporan antara yang dilaksanakan di ruang rapat Bappelitbangda, Selasa (30/07/2024), Wakil Bupati Mahulu Drs. Yohanes Avun, M.Si, menekankan bahwa salah satu manfaat RTH adalah dapat memberikan ruang kreasi bagi masyarakat serta mendukung keseimbangan ekosistem kota.
“Terkait RTBL, mengingat di Kabupaten Mahulu peningkatan pelayanan kesehatan menjadi prioritas yang mendesak, oleh karena itu diperlukan RTBL yang holistik untuk memastikan bahwa fasilitas kesehatan dapat beroperasi secara optimal,” jelas Wabup.
“Pengaturan tata ruang yang tepat akan meningkatkan kenyamanan pasien dan efisiensi operasional rumah sakit, serta dapat mendukung program kesehatan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Selaku pihak yang bertanggungjawab akan tata ruang kabupaten, Didik Subagja, SE, M.Si, Kadis PUPR juga melaporkan bahwa kondisi tata ruang di perkantoran Mahulu memang mengalami beberapa perubahan. Karena setelah ditelaah dari tahun kemarin khususnya di wilayah perkantoran akan sangat banyak membuang cost jika mengikuti kontur dan masterplan yang dulu.
“Saya berbicara ini karena sudah banyak yang menanyakan bagaimana bentuk kawasan perkantoran kita. Sebelumnya pada saat peresmian kantor Bupati yang lalu, kami juga sudah mulai sosialisasi terkait model perkantoran. Bahkan secara visual kami sudah pasang gambarnya di sekitar perkantoran,” jelasnya.
Hal kedua juga dengan adanya kejadian banjir yang melanda kabupaten kemarin, banyak perubahan yang harus kami lakukan. Karena faktanya dari 50 kampung, ada 42 kampung yang terdampak banjir. Dan kalo dilihat persentase kerusakannya hampir 50%.
“Dengan bantuan teman-teman Institut Teknologi Malang (ITN) terutama di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS), jika melihat dari pengalaman kemarin tentunya tidak aman. Sehingga perlu dilakukan perencanaan tata ruangnya, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tambahnya.
“Dari 4 kegiatan ini kami berharap bisa mendapatkan dokumen yang secara ilmiah bisa kita pakai untuk jadi arah kebijakan Pemerintah kabupaten Mahakam Ulu,” tutupnya.
Pada kegiatan berikutnya di hari Rabu, (31/07/2024) Dinas PUPR juga kembali melaksanakan pemaparan laporan antara terkait penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Laham, dan penyusunan RDTR Kecamatan Long Hubung.
(Diskominfostandi/Red)














