Foto : Jembatan ATJ di Kecamatan Melak yang mangkrak sejak 2014 (Ist).
Kutai Barat, Koran Siber.Id-Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Kaltim berencana melanjutkan pembangunan Infrastruktur jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) di Kecamatan Melak, dan Jalan Bung Karno di Barong Tongkok.
Karena itu, Pemerintah memuat dua proyek besar itu menjadi kegiatan strategis daerah di 2026-2028 setelah diketahui mangkrak sejak 2014 lalu.
Meski demikian, Pemerintahan Bupati Frederick Edwin dan wakilnya H Nanang Adriani terus berupaya untuk melanjutkan dua kegiatan itu, dengan bersurat ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat dengan maksud mendapatkan pendapat hukum (Legal Opinion) untuk melanjutkan pembangunan Infrastruktur itu.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kejari Kutai Barat, Angga Wardana mengaku, memang pihak Pemkab Kubar sudah pernah mengirimkan surat permohonan legal opinion pada Juni-Juli lalu.
“Kami hingga kini belum bisa menerbitkan sebuah legal opinion terkait dua proyek tersebut. Karena dari data yang diperoleh, ternyata dua kegiatan itu masih dalam proses penyelidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” terangnya, Kamis (6/11/2025).
Angga Wardana menegaskan, Kami punya data, bahwa terhadap dua proyek itu, KPK masih mengantongi surat perintah penyelidikan tertanggal 3 Agustus 2023.
“Nah, Kami (Kejari) bukannya tidak mau menerbitkan LO terhadap dua proyek itu, Namun proses penyelidikan di KPK itu harus terang dulu,” ungkapnya.
Lanjutnya menerangkan, Pihak Pemkab Kubar perlu mempertanyakan penyelidikan dua kegiatan ini sampai sejauh mana proses dan statusnya.
“Kami berharap agar pihak Pemkab Kubar melakukan komunikasi dengan pihak KPK, Sejauh mana perkembangan kasus penyelidikan dua kegiatan itu berlangsung,” ujarnya.
Jika nanti, KPK menyatakan dua kegiatan ini terang benderang proses hukumnya, barulah kita buatkan legal opinion.
Perlu diklarifikasi, bahwa pihak Kejari Kutai Barat tidak bermaksud menghambat proses pembangunan di wilayah hukum Kabupaten Kutai Barat, khususnya terhadap legal opinion dua kegiatan tersebut,” tandasnya.
Untuk diketahui, dari berbagai sumber yang dihimpun media ini, Proyek jembatan ATJ telah menelan anggaran sekitar Rp 278 Miliar, dan Pembangunan jalan Bung Karno sekitar Rp 600 miliar yang bersumber dari APBD.
(Red)














