KUTAI BARAT, KALTIM — Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menghadiri sekaligus meresmikan gedung baru Stasi Tering Seberang dalam rangkaian perayaan Yubileum Emas ke-50 Stasi Tering Seberang, Minggu (23/8/2026).
Perayaan tersebut juga dirangkaikan dengan Puncak Sakramen Krisma. Acara berlangsung khidmat dan penuh sukacita dengan dihadiri Uskup Agung Keuskupan Agung Samarinda Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF, para pastor, tokoh masyarakat, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta umat Paroki Keluarga Kudus Tering.
Dalam kegiatan tersebut, Frederick Edwin didampingi Ketua TP PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin, Sekretaris Daerah Erik Victory, Asisten Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Rakyat Nopandel, Plt. Asisten Administrasi Umum Mobilala, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
50 tahun perjalanan Stasi Tering Seberang
Dalam sambutannya, Frederick mengatakan usia 50 tahun merupakan perjalanan panjang yang mencerminkan kesetiaan, pengorbanan, dan ketekunan umat dalam menjaga kehidupan iman serta kebersamaan.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengucapkan selamat ulang tahun ke-50 kepada seluruh umat Stasi Tering Seberang. Semoga perayaan ini menjadi momentum untuk semakin mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kualitas iman, dan terus menebarkan kasih kepada sesama,” kata Frederick.
Menurut dia, pemberkatan gedung baru juga menjadi bagian penting dalam perjalanan umat Stasi Tering Seberang.
Gedung tersebut, lanjut Frederick, tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kerja keras, gotong royong, dan persatuan umat.
“Saya berharap gedung baru ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung berbagai kegiatan kerohanian, pembinaan umat, dan kegiatan sosial yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Pesan untuk penerima Sakramen Krisma
Frederick juga menyampaikan pesan kepada anak-anak yang menerima Sakramen Krisma.
Ia menjelaskan, Sakramen Krisma merupakan sakramen kedewasaan iman yang menjadi momentum bagi umat untuk menerima penguatan melalui Roh Kudus dan menjadi saksi Kristus dalam kehidupan bermasyarakat.
“Saya berpesan kepada anak-anakku sekalian, jadilah generasi muda Kutai Barat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, moral yang baik, dan takut akan Tuhan,” katanya.
Ia meminta generasi muda membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif perkembangan zaman serta menjadi agen perubahan yang membawa kedamaian dan kebaikan di lingkungan sekitar.
Pemkab Kutai Barat dukung pembangunan keagamaan
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan di bidang keagamaan.
Menurut Frederick, pembangunan mental dan spiritual masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Kutai Barat yang sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat.
Ia juga mengajak umat Stasi Tering Seberang menjaga toleransi, merawat keberagaman, serta mendukung program pembangunan pemerintah.
“Mari bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di bumi Tanaa Purai Ngeriman yang kita cintai ini,” tuturnya.
Frederick kemudian menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja sehingga rangkaian perayaan Yubileum Emas, pemberkatan gedung baru, dan Sakramen Krisma dapat berlangsung dengan baik.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF, yang telah memimpin perayaan misa sekaligus memberikan penguatan iman kepada umat melalui khotbahnya.
“Selamat merayakan Yubileum Emas, selamat atas pemberkatan gedung baru, dan selamat menerima Sakramen Krisma,” ucap Frederick.
Perayaan 50 tahun Stasi Tering Seberang menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang kehidupan menggereja sekaligus memperkuat persaudaraan umat.
Perayaan tersebut juga menjadi peneguhan komitmen bersama untuk menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan penuh kasih di Kutai Barat.
(Red)














