Kutai Barat, Koran Siber.Id – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Kutai Barat menggelar Lomba Kearifan Lokal Menyumpit yang berlangsung di Taman Budaya Sendawar (TBS), Selasa (23/6/2026) pagi.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Polri dalam melestarikan budaya daerah sekaligus mempererat sinergitas antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah, tokoh adat, dan masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakapolres Kutai Barat, Kompol Subari, S.Sos., M.H., dan dihadiri oleh Asisten II Pemkab Kutai Barat Dr. Nopandel, S.Sos., M.M., Kabag Ops Polres Kutai Barat Kompol E. Teguh Budi S., S.Th., unsur Forkopimda, pejabat utama Polres Kutai Barat, perwakilan Kodim 0912/KBR, Lanud, Kejaksaan Negeri Sendawar, serta para peserta lomba yang berjumlah 85 orang.
Menyumpit merupakan bentuk pelestarian warisan budaya masyarakat Kalimantan yang sarat dengan nilai ketenangan, fokus, ketepatan, dan kesabaran.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari, S.Sos., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba menyumpit bukan hanya sekadar ajang perlombaan, namun juga merupakan wujud kepedulian dan komitmen Polri dalam menjaga serta melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Wakapolres Kutai Barat Kompol Subari, S.Sos., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba menyumpit bukan hanya sekadar ajang perlombaan, namun juga merupakan wujud kepedulian dan komitmen Polri dalam menjaga serta melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
“Nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga menyumpit seperti ketenangan, fokus, kesabaran, dan ketepatan merupakan nilai positif yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda. Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga agar budaya lokal tetap lestari dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Wakapolres berharap kegiatan seni dan budaya daerah dapat terus dikembangkan sebagai sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Wakapolres Kutai Barat secara resmi membuka Lomba Menyumpit dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan pelaksanaan lomba.
(Red)














