Example
Pendidikan

Kisah Henry Situmorang, Lulus Sarjana Universitas Terbuka Usia 47 Tahun Predikat Cumlaude

1065
×

Kisah Henry Situmorang, Lulus Sarjana Universitas Terbuka Usia 47 Tahun Predikat Cumlaude

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA-Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina dan belajar tidak kenal usia, ungkapan ini pantas disematkan kepada seorang pria bernama Henry Situmorang asal Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil lulus lalu diwisuda menjadi Sarjana Hukum dengan menyandang predikat cumlaude dengan pujian.

Adapun acara wisuda tersebut berlangsung saat acara Wisuda Terbuka Periode II Tahun Akademik 2023/2024Wilayah II pada Selasa (30/7/2024) di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) Pondok Cabe Tangerang Selatan yang dihadiri ribuan wisudawan dan wisudawati dari jenjang Pasca Sarjana, Sarjana dan Diploma yang datang dari penjuru tanah air termasuk dari Kabupaten Kutai Barat.

Acara wisuda secara resmi dibuka oleh Rektor yang Terbuka Prof.Drs, Dip.Mgt., M.Bus.,Ph.D.Ojat Darojat didampingi seluruh pengurus akademika Universitas Terbuka.

Dalam kesempatan itu Rektor Universitas Terbuka, Ojat Darojat mengapresiasi setinggi tingginya atas perjuangan dan kerja keras seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menempuh proses perkuliahan hingga akhirnya diwisuda.

“Selamat diucapkan untuk para wisudawan dan wisudawati yang datang dari penjuru daerah di Indonesia, akhirnya perjuangan keras bertahun tahun telah memetik buah yang manis,” ucap Ojat Darojat.

Rektor Universitas Terbuka itu berpesan kepada Wisuda dan wisudawati agar bisa memanfaatkan ilmunya untuk keluarga, masyarakat maupun bangsa.

“Anda adalah orang orang yang luar biasa karena mampu menjalankan perkuliahan tanpa meninggalkan pekerjaan profesi masing-masing. Inilah hebatnya menempuh pendidikan tinggi di Universitas Terbuka,” tandasnya.

Meski dalam usia yang tidak lagi muda, Henry Situmorang berhasil menyelesaikan perkuliahan di universitas terbuka hingga lulus menjadi sarjana hukum dengan perjuangan yang tidak ringan. Diantaranya harus mampu  membagi waktu untuk keluarga, pekerjaan serta jam kuliah.

“Tentunya merasa bangga dan bahagia bisa belajar di universitas terbuka meskipun jarak jauh namun jika belajar mandiri akhirnya bisa sukses jadi sarjana, memang harus gigih berjuang untuk menyelesaikan kuliah namun tidak mesti meninggalkan keluarga maupun pekerjaan” ungkapnya.

Kepada media ini Dia mengisahkan, dirinya mengawali perkuliahan sejak tahun 2020 di Salut Universitas Terbuka Simpang Raya Barong Tongkok saat itu berusia 43 tahun, hingga lulus pada tahun 2024 di usia 47 tahun melalui pilihan Tutorial Online (Tuton) lalu berhasil lulus Sarjana Hukum dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,63.

Menurutnya, kuliah di Universitas Terbuka memiliki tantangan tersendiri, dimana harus mampu belajar mandiri melalui tutorial online, membaca puluhan buku modul serta jurnal maupun tayangan youtube yang mendalami ilmu hukum.

Mesti tepat waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang diberikan oleh tutor. Tidak jarang harus bangun tidur subuh untuk membaca buku-buku modul ilmu hukum universitas terbuka. Intinya kita belajar tidak harus meninggalkan keluarga maupun pekerjaan namun tetap bisa kuliah lalu jadi sarjana.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Universitas Terbuka yang telah memfasilitasi mahasiswa-mahasiswi untuk belajar mandiri dan berhasil menjadi seorang sarjana hukum. Terima kasih juga disampaikan kepada Pememrintah kabupaten Kutai Barat yang telah menyalurkan beasiswa selama menjalani perkuliahan, kedapannya ada rencana untuk melanjutkan studi ke jenjang pasca sarjana,” tandas pria berdarah Batak kelahiran Pematang Siantar yang berprofesi sebagai jurnalis ini.

(Red)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *